Budaya Politik Warga NU Dalam Pemilu
Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Minggu (5/11) Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim didapuk menjadi narasumber dalam giat Kajian Ahad Malam denga Tema Budaya Politik Warga NU dalam Pemilu yang digelar PAC ISNU Kecamatan Pagu dan Papar.
Dilaksanakan secara daring, acara digelar tepat pukul 19.30 - hingga selesai dengan dihadiri oleh 50 peserta dari Anggota PAC ISNU Kecamatan Pagu dan Papar. Selain menghadirkan Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim sebagai narasumber juga turut mengundang seorang Akademisi dari IAIN Kediri Taufik Al Amin.
Materi pertama disampaikan oleh Taufik Al Amin, beliau menyampaikan bahwa bagi masyasrakat umum termasuk warag NU kediri menganggap bahwa Pemilu hanyalah kebutuhan para calon, sehingga sebagai pemilih hanya menunggu mobilisasi dari calon atau tim sukses.
"sebagi pemilih merasa bukan bagian penting dari elemen demokrasi, hal seperti ini yang perlu diluruskan jangan sampai hal seperti ini berkepanjangan dan mejadi budaya warga NU," ujar Taufik.
Dilanjutkan dengan materi dari Nanang Qosim yang lebih banyak menyampaikan terkait ajakan untuk memberikan hak suara pada Pemilu tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024. Nanang juga menegaskan dan memperkuat pernyataan dari narasumber sebelumnya bahwa seluruh warga negara di Indonesia memiliki hak dan porsinya sendiri dalam pelaksanaan Pemilu, dalam hal ini seluruh warga Kediri khusunya sangat penting untuk ikut berpartisipasi demi menegakkan demokrasi di Indonesia.
"sebagai penyelenggara, dalam materi saya akan menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta untuk dapat berpartisipasi dalam Pemilu tahun 2024 baik sebagai penyelenggara maupun pemilih, karena satu sauaramu akan menentukan nasib Indonesia liam tahun mendatang," terang Nanang.(and)