Talkshow: Pemilu yang Demokratis
Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Senin (18/9/2023) KPU Kabupaten Kediri mengikuti Talkshow bertema Pemilu yang Demokratis. Berlangsung di Kantor Bawaslu, hadir sebagai narasumber Dewan Perludem Titi Anggraini.
Titi Anggraini, mengemukakan lima persyaratan yang diperlukan untuk mewujudkan pemilu yang demokratis. Ia juga menyebutkan bahwa pemilu yang demokratis akan memiliki dampak pada hasil pemilu di masa depan. “Kita harus punya kerangka hukum Pemilu yang demokratis,” kata Titi.
Ia juga menjelaskan bahwa ada lima kriteria yang harus terpenuhi agar pemilih dapat merasakan dampak ketika mereka memilih calonnya. Selain itu, ia menambahkan bahwa untuk mencapai pemilu yang demokratis, penting untuk memiliki penyelenggara pemilu yang profesional dan berintegritas.
Selanjutnya, penting juga adanya partai politik yang bersaing secara bebas dan kompetitif dalam pelaksanaan pemilu. Titi juga menekankan perlunya penegakan hukum yang adil dan efektif, serta keberadaan birokrasi yang profesional dan netral.
Selain itu, Titi Anggraini menjelaskan bahwa pemilih juga perlu memiliki akses yang baik terhadap informasi pemilu. Menurutnya, dasar untuk membuat keputusan dalam pemilihan harus memiliki makna atau nilai, terutama bagi pemilih muda.
“One Persons, One Vote, One Value, oleh karena itu satu suara yang dimiliki harus punya makna dan dampak. Kita butuh bagaimana pemilih untuk membuat pemilu punya makna, melahirkan pejabat publik yang punya dampak bagi masyarakat melalui informasi,” lanjutnya.
Ia juga menyebutkan bahwa generasi muda memiliki beberapa isu yang menjadi perhatian khusus menjelang pemilu 2024. Mereka, sebagai bagian dari generasi "sandwich," memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, orang tua, dan keluarga mereka. Selain itu, isu ketenagakerjaan dan anti korupsi juga sangat relevan bagi generasi muda, yang cenderung mendukung prinsip kesetaraan.
“Anak-anak muda punya perhatian kepada isu kesejahteraan. Tidak hanya itu, mereka (anak muda) peduli kepada kebebasan seperti bagaimana mengekspresikan diri, menyampaikan opini itu menjadi perhatian. Saya percaya bahwa egaliter dan kesetaraan tidak bisa diwujudkan kalau kita tidak mempunyai komitmen anti korupsi," tutur Titi.(pnj)