Berita Terkini

KPU Kabupaten Kediri mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pleno PPDB Triwulan III 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (26/09) KPU Kabupaten Kediri mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Pleno PPDB Triwulan III 2025 yang diselenggarakan KPU RI bersama KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota se-Indonesia melalui zoom meeting. Kegiatan ini digelar dalam rangka persiapan rapat pleno rekapitulasi Pemutakhiran Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III Tahun 2025. Dalam rakor ini juga dilaksanakan evaluasi terhadap seluruh proses yang telah dikerjakan dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan selama Triwulan III, yaitu periode Juli hingga September 2025. Anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos, menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini dimaksudkan untuk memastikan kualitas data pemilih. “Kegiatan ini dilakukan untuk mencermati update yang telah dilakukan oleh seluruh KPU se-Indonesia dalam proses perbaikan data invalid dan data ganda, sebagai persiapan pleno PDPB Triwulan III tingkat KPU kabupaten/kota,” ungkapnya. Pemutakhiran daftar pemilih berkelanjutan (PDPB) dilaksanakan setiap tiga bulan sekali melalui rapat pleno rekapitulasi. Untuk Triwulan III tahun 2025, rapat pleno dijadwalkan berlangsung pada tanggal 3 atau 4 Oktober 2025. Dengan dilaksanakan Rapat Koordinasi Persiapan Pleno PPDB diharapkan dalam menjaga akurasi data pemilih sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pemilu yang demokratis akan semakin optimal.(and)

KPU Kabupaten Kediri Menggelar Jumat Sehat, 26 September 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (26/09), pukul 07.30 WIB, KPU Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Jumat Sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jasmani, serta mempererat kebersamaan dan kekompakan antar pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kediri. Pada kesempatan ini, seluruh jajaran sekretariat mengikuti kegiatan jalan pagi dan tenis meja di aula KPU Kabupaten Kediri. Kegiatan diawali dengan pemanasan dan kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap aktif, dipenuhi semangat dan antusiasme para pegawai, sehingga turut memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. Agenda mingguan ini bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat, mengurangi kejenuhan dari rutinitas harian, serta menjaga semangat positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan tubuh yang bugar, diharapkan pelayanan publik semakin maksimal(irf)

KPU Kediri Mengikuti Knowledge Sharing Implementasi budaya Kerja BerAKHLAK

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Kamis (25/09), KPU Kabupaten Kediri mengikuti Knowledge Sharing yang berjudul "Implementasi budaya Kerja BerAKHLAK" kegiatan ini diadakan oleh KPU RI melalui Biro SDM dan diikuti oleh Kasubbag Parmas dan SDM seluruh KPU dari pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota, Dalam sambutannya, Kabiro SDM KPU, Yuli Hartati, menyampaikan bahwa penguatan budaya kerja menjadi salah satu agenda penting KPU untuk meningkatkan kinerja kelembagaan. Ia menekankan perlunya semangat melayani masyarakat. “Tidak boleh lagi ada aparatur yang bergaya dilayani, melainkan harus hadir dengan jiwa melayani. ASN KPU dituntut profesional, berintegritas, dan konsisten memperkuat budaya kerja demi meningkatkan kepercayaan publik,” ungkap Yuli. Yuli juga memaparkan capaian indeks budaya kerja KPU. Pada tahun 2023, nilai yang diperoleh KPU berada di angka 59,9, meningkat pada tahun 2024 menjadi 64. Meski demikian, capaian tersebut masih di bawah target yang diharapkan. “Tahun 2025 kami menargetkan kategori sehat. Untuk itu, seluruh jajaran dari pusat hingga daerah harus bersama-sama meningkatkan konsistensi dalam membangun budaya kerja,” jelasnya. Sementara itu, Karmaji, S.E., M.A. dari Kemenpan RB menegaskan pentingnya budaya kerja sebagai pondasi reformasi birokrasi. Ia mengingatkan bahwa Presiden telah menetapkan agenda prioritas nasional, termasuk transformasi pelayanan publik agar lebih profesional, akuntabel, dan berorientasi pada masyarakat. “Citra positif institusi pemerintah sangat ditentukan oleh perilaku aparaturnya. Profesionalisme dan integritas ASN adalah kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya. Karmaji juga menekankan perlunya kolaborasi dan inovasi berkelanjutan agar pelayanan publik semakin baik dari waktu ke waktu. Acara ditutup dengan komitmen bersama dari seluruh peserta untuk menjadikan nilai-nilai budaya kerja sebagai pedoman dalam setiap tugas dan pelayanan publik, serta terus memperkuat integritas kelembagaan KPU.(irf)

KPU Kediri Mengikuti Penguatan Kelembagaan dengan Tema Literasi Demokrasi Untuk Mewujudkan Pemilu Berintegritas

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Rabu (24/09), KPU Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan Penguatan Kelembagaan dengan tema “Literasi Demokrasi untuk Mewujudkan Pemilu Berintegritas” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Kediri di Aula Hotel Grand Surya Kediri mulai pukul 09.00 WIB. Acara ini dihadiri sebanyak 160 peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta seluruh komisioner Bawaslu dan KPU Kabupaten Kediri. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan kuatnya dukungan lintas sektor untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas. Acara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Romy Soekarno, Dr. Sri Setyadji, Dr. Agus Edi Winarto, M.Pd., M.H., serta Dr. Taufik Al Amin, M.Si.. Hadir pula secara daring Anggota Komisi II DPR RI dan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Dewita Hayu Shinta, yang memberikan perspektif strategis tentang arah demokrasi dan pengawasan pemilu. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kediri, Saifuddin Zuhri, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kelembagaan demi terlaksananya pemilu yang profesinal. “Kegiatan ini menjadi ruang penguatan kelembagaan agar pemilu mendatang lebih baik, lebih jujur, dan lebih adil,” ujarnya. Saifuddin juga berharap forum ini dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi acuan dalam penyelenggaraan pemilu berikutnya. “Kami berharap kegiatan ini melahirkan rekomendasi yang bermanfaat, serta memperkuat kerja sama antara Bawaslu, KPU, dan seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya. Lebih jauh, ia menekankan pentingnya pendidikan literasi demokrasi bagi masyarakat agar menumbuhkan partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi yang lebih baik dari sebelumnya. “Dengan literasi demokrasi, masyarakat bisa lebih memahami tugas Bawaslu, sekaligus masyarakat turut andil dalam mengawal jalannya pemilu yang bersih dan transparan,” tutupnya.(irf)

KPU Kediri Mengikuti FGD Keterbukaan Informasi Publik Di Lingkungan KPU

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Selasa (23/09), KPU Kabupaten Kediri mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Keterbukaan Informasi Publik di Lingkungan KPU yang digelar secara daring. Acara dihadiri oleh anggota KPU Kabupaten Kediri bersama Pejabat PPID. Acara dimulai pukul 11:00 WIB dengan sambutan oleh August Mellaz, Anggota KPU RI Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Mewakili Ketua KPU RI Masyarakat dalam sambutannya menekankan pentingnya keterbukaan informasi publik di jajaran KPU, mengingat dinamika informasi yang sangat cepat dan kebutuhan masyarakat terhadap data kepemiluan yang akurat, transparan, serta dapat diakses dengan baik. “Informasi publik itu sifatnya sangat dinamis. Hari ini bisa dinyatakan terbuka, besok bisa saja berubah menjadi tertutup, begitu pula sebaliknya. Karena itu, KPU di semua tingkatan harus selalu siap beradaptasi dengan perkembangan sosial politik dan kebutuhan masyarakat,” ujar August Mellaz. Selain itu, Iffa Rosita, Anggota KPU RI Divisi Hukum dan Pengawasan, turut memberikan arahan terkait penguatan peran PPID di lingkungan KPU. Menurutnya, keterbukaan informasi bukan hanya menjadi tanggung jawab PPID, melainkan juga seluruh unit kerja yang memproduksi data dan dokumen. “PPID memang menjadi saluran resmi permintaan informasi, tetapi substansi datanya tetap berasal dari masing-masing biro. Maka setiap unit harus memahami klasifikasi informasi, apakah terbuka, dikecualikan, atau tersedia setiap saat. Dengan begitu, pelayanan informasi publik bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan sesuai aturan,” jelas Iffa Rosita. Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Dukungan Teknis KPU RI, Eberta Kawima turut memberikan arahan terkait pentingnya sinergi dan konsistensi antar jajaran KPU dalam penerapan keterbukaan informasi publik. Menurutnya, keterbukaan informasi publik bukan hanya kewajiban normatif, melainkan juga wujud transparansi dan akuntabilitas lembaga penyelenggara pemilu di hadapan masyarakat. “Keterbukaan informasi publik harus kita pahami sebagai upaya membangun kepercayaan publik. Karena itu, setiap jajaran KPU, baik di pusat maupun daerah, perlu memastikan tata kelola informasi dilakukan dengan tertib, sesuai regulasi, dan tetap menjaga prinsip kehati-hatian,” jelas Eberta Kawima. Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama Narasumber pertama, Handoko Agung Saputro selaku Ketua Bidang Kelembagaan Komisi Informasi. Beliau memberikan penekanan mengenai pentingnya konsistensi dalam melaksanakan uji konsekuensi sebelum menetapkan suatu informasi dikecualikan. Menurutnya, proses ini akan menjadi penopang penting apabila terjadi sengketa informasi di kemudian hari. “Transparansi itu adalah ruh dari demokrasi. Badan publik, khususnya KPU, harus menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya, bukan hanya sebatas pemenuhan aturan. Semakin terbuka KPU, semakin kuat pula kepercayaan publik terhadap proses pemilu,” ujar Handoko. Narasumber kedua Arbain selaku Fasilitator dan Trainer Keterbukaan Informasi dan Pelindungan Data Pribadi menyampaikan bahwa prinsip utama Keterbukaan Informasi Publik adalah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, termasuk di level KPU daerah. “Keterbukaan informasi publik harus tetap dijalankan, tapi jangan sampai mengorbankan hak privasi warga. Di sinilah keseimbangan antara transparansi dan perlindungan data pribadi menjadi sangat penting,” pungkasnya. Dengan adanya FGD ini, diharapkan seluruh jajaran KPU baik pusat maupun daerah semakin siap menjalankan pelayanan informasi publik secara profesional, transparan, dan akuntabel.(irf)

Silaturahmu KPU Kediri Ke Polres Kediri Kota

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (11/08), KPU Kabupaten Kediri melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Polres Kota Kediri. Rombongan KPU Kabupaten Kediri diwakili oleh Nanang Qosim selaku Ketua KPU, Moh. Isnaini (Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi), Eka Septiawan Ferydyanto (Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, SDM, dan Partisipasi Masyarakat), Irbabul Lubab (Divisi Teknis Penyelenggaraan), Ninik Sunarmi (Divisi Hukum dan Pengawasan), serta Sekretaris KPU Kabupaten Kediri Randy Agatha Sakaira. Kegiatan ini disambut hangat oleh Kapolres Kota Kediri AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. beserta jajaran pejabat utama Polres. Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menjaga sinergi antara KPU dan Polri dalam mendukung pelaksanaan pemilu yang aman dan kondusif di wilayah Kota Kediri. Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Kabupaten Kediri menyampaikan terima kasih atas sambutan yang diberikan serta kerja sama yang telah terjalin baik selama ini. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Polri, sangat penting untuk mendukung tugas-tugas kelembagaan KPU. Ia berharap silaturahmi ini dapat menjadi langkah positif untuk terus membangun hubungan yang harmonis. Kapolres Kota Kediri AKBP Anggi Saputra Ibrahim, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi atas kunjungan KPU Kabupaten Kediri dan menegaskan bahwa Polres Kota Kediri selalu siap bersinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya pada momentum tahapan pemilu. Ia berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi terciptanya suasana yang aman dan damai di wilayah Kota Kediri.(irf)