Berita Terkini

Rapat Pleno Rutin, 22 September 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (22/09), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri menggelar rapat pleno yang dipimpin Ketua KPU, Nanang Qosim. Rapat ini membahas laporan kegiatan dari seluruh divisi dan subbagian, serta rencana tindak lanjut pasca pleno. Ketua KPU menekankan pentingnya persiapan data untuk penilaian Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP). Usai pleno, dijadwalkan agenda silaturahmi ke Polresta Kediri. Selain itu, KPU juga merencanakan Safari Silaturahmi dan Podcast bersama partai politik dalam rangka pemutakhiran data serta sosialisasi evaluasi pemilu 2024. Sekretaris KPU Kabupaten Kediri, R. Randy Agatha Sakaira, meminta setiap kasubbag segera menyiapkan data pendukung PEKPPP. Ia juga menyampaikan laporan hasil lelang kendaraan dan penataan parkir agar lebih efisien. Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggaraan yang diwakili Irbabul Lubab melaporkan adanya respon positif dari partai politik. Dari Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Moh. Isnaini menyampaikan bahwa bulan September dijadwalkan pelaksanaan penelitian dan pencocokan terbatas (COKTAS) terhadap PDPB dengan metode sampling, sekaligus menyusun agenda Pleno Triwulan III yang akan digelar pada awal Oktober 2025. Kasubbag Perencanaan. Divisi Parmas SDM, Eka Septiawan, melaporkan hasil koordinasi dengan cabang dinas pendidikan terkait jadwal sosialisasi di SMA agar tidak bertabrakan dengan agenda KPU Kediri yang lain. Ia juga menyampaikan agenda podcast mingguan, serta undangan dari Radar Kediri. Sementara itu, Divisi Hukum melalui Ninik Sunarmi menegaskan Angkringan JDIH tetap dimanfaatkan secara optimal, serta memastikan diskusi PKPU akan rutin dilaksanakan setiap bulan dengan melibatkan seluruh sekretariat.(irf)

Penerimaan Mahasiswa Magang UIN Syekh Wasil Kediri

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id -  Senin (22/09), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri secara resmi menerima mahasiswa magang dari Universitas Syekh Wasil Kediri Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Prodi Psikologi Islam. Kegiatan penerimaan dilaksanakan di Aula KPU Kabupaten Kediri dan dihadiri oleh ketua, anggota dan sekretaris KPU Kab Kediri. Kehadiran mahasiswa magang ini disambut baik sebagai bagian dari upaya KPU dalam memberikan ruang pembelajaran secara praktis. "Kami berharap kalian di sini tidak hanya mengugurkan kewajiban tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dan kami juga terbantu dengan adanya hal ini", ucap Pak Nanang Qosim, ketua KPU Kabupaten Kediri  "Terimakasih sudah menerima kami dengan tangan terbuka. Semoga mahasiswa ppl bisa menjaga sikap, sopan santun, dan menjaga nama baik instansi", ucap Bu Lailatul Fitria, Dosen Pembimbing Lapangan. Melalui program magang ini, mahasiswa diharapkan mampu memperoleh pengalaman nyata mengenai praktik di dunia kerja serta dapat mengimplementasikan ilmu yang sudah di dapat di bangku perkuliahan. Kegiatan ini juga mendukung komitmen KPU Kabupaten Kediri dalam membentuk generasi muda yang cerdas, berintegritas dan berwawasan kebangsaan.(irf)  

Apel Pagi, Senin 22 September 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (22/09), KPU Kabupaten Kediri menggelar apel pagi rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin dan diikuti oleh seluruh jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Kediri. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung tertib hingga selesai. Petugas apel membuka kegiatan dengan menyampaikan laporan kepada pembina apel, dilanjutkan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Apel dipimpin oleh Eka Septiawan F, Anggota KPU Kabupaten Kediri Divisi Sosdiklih, Parmas dan SDM. Dalam amanatnya, pimpinan apel menyampaikan pesan inspiratif dengan perumpamaan sederhana, yaitu pengalaman tergigit lidah saat makan.  “Meskipun dari bayi sampai hari ini kita sudah terbiasa makan, tetapi ada saatnya lidah kita tergigit. Itu menunjukkan bahwa sebaik-baiknya kita melaksanakan tugas, pasti ada kesalahan,” ujar Eka. Dari perumpamaan tersebut, terdapat dua makna yang dapat diambil pelajaran. Pertama, setiap manusia tidak terlepas dari kesalahan sehingga tidak ada alasan untuk bersikap sombong dalam menjalankan tugas. Kedua, setiap kesalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan menjadi kesempatan untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar lebih baik ke depan. “Bagi kita semua di KPU Kabupaten Kediri, baik yang sudah senior maupun yang baru, mari tetap rendah hati dan jangan berhenti belajar,” pesan beliau. Apel pagi ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh jajaran KPU Kabupaten Kediri bahwa integritas, kerendahan hati, dan semangat belajar merupakan kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan menjaga kualitas penyelenggaraan pemilu.(and)

KPU Kabupaten Kediri Menggelar Jumat Sehat, 19 September 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (19/09), pukul 07.30 WIB, KPU Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Jumat Sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jasmani, serta mempererat kebersamaan dan kekompakan antar pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kediri. Pada kesempatan ini, seluruh jajaran sekretariat mengikuti kegiatan senam pagi dan tenis meja di aula KPU Kabupaten Kediri. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap aktif, dipenuhi semangat dan antusiasme para peserta, sehingga turut memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. Agenda mingguan ini bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat, mengurangi kejenuhan dari rutinitas harian, serta menjaga semangat positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan tubuh yang bugar, diharapkan pelayanan publik semakin maksimal.(irf)

KPU Kabupaten Kediri Menjadi Narasumber Pelatihan Kepemimpinn Dasar di IAI Faqih Asyari Kediri

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Kamis (18/09) Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, mendapat kehormatan menjadi anarasumber pada acara Pelatihan Kepemimpinn Dasar yang digelar di IAI Faqih Asy’ari Kediri. Dalam kesempatan tersebut, Nanang Qosim membawakan materi dengan tema “Memahami Seni dan Ilmu Kepemimpinan”. Ia memaparkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan tindakan nyata yang mampu memengaruhi, mengarahkan, serta menginspirasi orang lain menuju tujuan bersama. Materi yang disampaikan mencakup teori-teori kepemimpinan, mulai dari Trait Theory, Behavioral Theory, Situational Theory, hingga Transformational Leadership. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya kompetensi dasar seorang pemimpin, di antaranya komunikasi efektif, empati, pengambilan keputusan, motivasi, dan kemampuan mendelegasikan tugas. Tak hanya teori, Nanang Qosim juga memberikan studi kasus dari tokoh-tokoh besar dunia dan nasional, mulai dari Nabi Muhammad SAW, Khulafaur Rasyidin, Mahatma Gandhi, Ir. Soekarno, Nelson Mandela, Gus Dur, hingga tokoh-tokoh lain yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah kepemimpinan. “Seorang pemimpin harus mampu beradaptasi dengan situasi, mengembangkan diri, dan memberdayakan timnya. Kepemimpinan bukanlah satu resep tunggal, melainkan seni dalam menyeimbangkan sifat, perilaku, serta kebutuhan masyarakat yang dipimpin,” ungkap Nanang. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi mahasiswa IAI Faqih Asy’ari, sehingga kelak mampu berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat dengan membawa nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, demokratis, dan humanis.(and)

Diskusi Publik Urgensi Penggunaan Teknologi Informasi Dalam Tahapan Pemungutan Dan Penghitungan Suara Pemilihan Umum

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Kamis (18/09), KPU Kabupaten Kediri mengikuti Diskusi Publik secara daring yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur dengan tema “Urgensi Penggunaan Teknologi Informasi dalam Tahapan Pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilu”. Acara dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk anggota KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur, perwakilan partai politik, Bawaslu, Bakesbangpol, serta biro pemerintahan provinsi. Ketua KPU Jatim, Aang Kunaifi, dalam sambutannya menyatakan bahwa integrasi dan penguatan sistem informasi kepemiluan menjadi prioritas nasional. Menurutnya, teknologi informasi dapat meningkatkan transparansi, kecepatan, dan akurasi dalam pemungutan serta penghitungan suara, namun kendala seperti keamanan siber, regulasi, dan literasi masyarakat harus diantisipasi dengan matang. Yulyani Dewi, Kepala Bagian Teknis KPU Provinsi Jawa Timur, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diskusi publik ini merupakan tindak lanjut dari surat dinas KPU RI Nomor 1109 Tahun 2025 yang mengamanatkan KPU provinsi dan kabupaten/kota untuk menyusun kajian teknis pasca Pemilu 2024. Prof. Dr. Mada Sukmajati dari Universitas Gadjah Mada menekankan bahwa penggunaan teknologi informasi dalam pemilu harus disertai dengan mekanisme verifikasi dan kontrol yang ketat agar hasilnya tetap transparan dan akuntabel. Menurutnya, meskipun teknologi mampu mempercepat proses dan mengurangi kesalahan manual, tanpa regulasi yang jelas dan penerimaan publik yang kuat, hasil pemilu bisa diragukan legitimasinya. Karas Chandra Hutahayan, praktisi keamanan teknologi, menyoroti tantangan teknis di lapangan seperti prosedur KPPS, kepadatan pemilih di TPS, dan keterbatasan waktu rekapitulasi. Ia menegaskan pentingnya sistem verifikasi data digital yang efektif serta keamanan siber yang kuat, karena kepercayaan publik hanya bisa dibangun apabila sistem pemilu berbasis teknologi terbukti aman, transparan, dan sesuai standar internasional.(irf)