Berita Terkini

Rapat Pleno Rutin, 17 November 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (17/11), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri melaksanakan Rapat Pleno Rutin mingguan yang berlangsung di Aula KPU Kabupaten Kediri. Rapat pleno dipimpin oleh Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, dan dihadiri oleh para anggota KPU: Moh. Isnaini, dan Ninik Sunarmi. Hadir pula Sekretaris Randy Agatha Sakaira, beserta para Kepala Subbagian (Kasubbag), Pejabat Fungsional, dan staf yang bertugas sebagai notulen. Rapat pleno rutin ini merupakan agenda mingguan yang bertujuan untuk membahas berbagai hal penting, melakukan evaluasi kinerja dari masing-masing divisi, serta menjadi sarana koordinasi dan komunikasi antardivisi agar setiap kegiatan dapat berjalan efektif dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Sampai berita ini ditayangkan, rapat pleno masih berlangsung.(irf)

KPU Kabupaten Kediri Menggelar Apel Pagi, Senin 17 November 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (17/11), KPU Kabupaten Kediri menggelar apel pagi rutin yang dilaksanakan setiap hari Senin yang diikuti oleh Pimpinan dan seluruh jajaran Sekretariat KPU Kabupaten Kediri. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan dalam pelaksanaannya berjalan dengan tertib dan lancar hingga selesai. Pemimpin apel membuka kegiatan dengan menyampaikan laporan kepada Pembina apel dan dilanjutkan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, serta mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Bertindak sebagai Pembina dalam Apel Pagi ini, Ninik Sunarmi selaku Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Kediri. Dalam amanatnya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi seluruh jajaran KPU Kabupaten Kediri sepanjang tahun berjalan. Ia mengingatkan pentingnya penyelesaikan seluruh tugas di penghujung tahun dengan penuh tanggung jawab, khususnya bagi unit kerja yang berkaitan langsung dengan pengelolaan anggaran. “Di penghujung tahun kali ini, saya mengingatkan kepada seluruh jajaran KPU Kabupaten Kediri untuk segera menyelesaikan tugas-tugas dan tanggung jawab di bidang masing-masing,” ujar Ninik Sunarmi. Ninik Sunarmi juga menegaskan pentingnya menjaga suasana harmonis dan solid di lingkungan kerja, mengingat kehidupan manusia bersifat tidak pasti. “Kita tidak tahu umur kita sampai kapan. Karena itu mari selalu berbuat baik, bersangka baik kepada rekan-rekan kita, dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Sudah banyak saudara dan teman yang mendahului kita, menjadi pengingat bahwa hidup ini harus diisi dengan kebaikan,” pesannya. Apel pagi ditutup dengan ajakan untuk terus memperkuat kebersamaan dan menjadikan KPU Kabupaten Kediri sebagai rumah bersama yang penuh kenyamanan, kekompakan, dan keguyuban. Kegiatan berjalan tertib, khidmat, dan menjadi momentum refleksi bagi seluruh peserta sebagai persiapan memasuki tahun kerja berikutnya.(and)

KPU Kabupaten Kediri Hadir Sebagai Narasumber pada Seminar Kolaborasi dan Kuliah Politik di IAI Hasanuddin Pare

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Sabtu (15/11) Institut Agama Islam (IAI) Hasanuddin Pare menggelar Seminar Kolaborasi dan Kuliah Politik yang dihadiri puluhan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menumbuhkan budaya demokrasi di lingkungan kampus. Pada kegiatan tersebut, KPU Kabupaten Kediri hadir sebagai narasumber melalui Moh Isnaini selaku Divisi Perencanaan, Data dan Informasi. Ketua KPUM IAI Hasanuddin, Ulil Absor Ubaidillah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kampus merupakan representasi kecil dari sebuah negara. “Kampus adalah miniatur dari negara, termasuk di dalamnya sistem politik. Karena itu, praktik perpolitikan dan demokrasi harus mendapat ruang di lingkungan Kampus Hasanuddin sebagai langkah membentuk budaya demokrasi di IAI Hasanuddin,” ujarnya. Dalam pemaparannya, Moh Isnaini menegaskan bahwa lingkungan kampus menjadi tempat strategis bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berdemokrasi. Ia menyampaikan bahwa identitas sebagai kampus agama tidak serta-merta membatasi mahasiswa pada fokus keagamaan semata. “Meskipun ini adalah kampus agama, mahasiswa dan para lulusannya tidak hanya berfokus pada kajian keagamaan. Mereka juga menjadi bagian aktif dalam kehidupan sosial dan praktik berdemokrasi,” terang Isnaini. Ia menjelaskan bahwa keberadaan KPUM sebagai penyelenggara dan Bawaslum sebagai pengawas dalam Pemilu Raya merupakan bentuk nyata implementasi sistem demokrasi di kampus. “Kampus menjadi ruang berekspresi, layaknya sebuah miniatur negara melalui Pemilu Raya. Dibuktikan dengan adanya KPUM sebagai penyelenggara dan Bawaslum sebagai pengawas yang menyusun regulasi pelaksanaan Pemilu Raya di IAI Hasanuddin,” tambahnya. Kegiatan seminar dan kuliah politik ini diharapkan dapat menjadi ruang edukasi bagi mahasiswa untuk memahami nilai-nilai demokrasi sekaligus meningkatkan kesadaran berpartisipasi dalam setiap proses politik di lingkungan kampus. Dengan adanya kolaborasi antara kampus dan KPU Kabupaten Kediri, budaya demokrasi di IAI Hasanuddin diharapkan terus tumbuh dan berkembang.(and)

Ketua KPU Kabupaten Kediri Menjadi Pemateri dalam Seminar Kolaborasi dan Kuliah Politik

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (14/11) Ketua KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim, didapuk menjadi pemateri dalam kegiatan Seminar Kolaborasi dan Kuliah Politik bertajuk “Menumbuhkan Budaya Demokrasi Mahasiswa Melalui Pendidikan Politik dan Pemilu Raya” yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam (IAI) Hasanuddin Pare. Dalam penyampaian materinya, Nanang Qosim menyoroti satu hal penting yang menurutnya harus menjadi perhatian utama mahasiswa, yaitu literasi politik sebagai dasar membangun budaya demokrasi yang sehat. Ia menjelaskan bahwa rendahnya pemahaman politik sering kali membuat generasi muda hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Padahal, mahasiswa adalah kelompok yang paling diharapkan mampu mengawal jalannya demokrasi ke arah yang lebih baik. Nanang Qosim menegaskan bahwa literasi politik tidak hanya terkait pemahaman tentang pemilu dan sistem politik, tetapi juga mencakup kemampuan untuk berpikir kritis, menilai informasi secara objektif, serta berani menyuarakan pendapat dengan cara yang santun dan bertanggung jawab. “Literasi politik itu pondasi. Kalau mahasiswa melek politik, maka kualitas demokrasi kita akan ikut terangkat. Mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi harus menjadi bagian dari proses demokrasi itu sendiri,” tegas Nanang Qosim. Ia menambahkan bahwa kampus menyediakan ruang yang ideal untuk melatih kemampuan berdemokrasi dan berorganisasi melalui kegiatan Pemilu Raya mahasiswa, debat kandidat, dan forum akademik lainnya. “Kampus itu laboratorium demokrasi. Ketika mahasiswa terbiasa berdemokrasi dengan benar di kampus, maka mereka akan membawa nilai itu ke tengah masyarakat,” imbuhnya. Dengan fokus pada peningkatan literasi politik, Nanang Qosim berharap mahasiswa mampu menjadi generasi yang kritis, berintegritas, dan siap menjaga keberlanjutan demokrasi di masa depan.(and)

KPU Kabupaten Kediri Menggelar Jalan Sehat Jumat 14 November 2025

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (14/11), pukul 07.30 WIB, KPU Kabupaten Kediri menggelar kegiatan Jumat Sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan kesehatan jasmani, serta mempererat kebersamaan dan kekompakan antar pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kediri. Pada kesempatan ini, seluruh jajaran sekretariat mengikuti kegiatan jalan pagi di sekitar kawasan KPU Kabupaten Kediri. Kegiatan diawali dengan pemanasan dan kegiatan berlangsung dalam suasana santai namun tetap aktif, dipenuhi semangat dan antusiasme para pegawai, sehingga turut memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan kerja. Agenda mingguan ini bertujuan untuk membudayakan pola hidup sehat, mengurangi kejenuhan dari rutinitas harian, serta menjaga semangat positif dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan tubuh yang bugar, diharapkan pelayanan publik semakin maksimal(irf)

Talkshow KPU Kediri dengan RRI Kediri dengan Tema COKTAS (Pencocokan dan Penelitian Terbatas)

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Rabu (12/11), KPU Kabupaten Kediri kembali menghadiri program Talkshow RRI Kediri dengan tema “pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas)” bersama host Rifqy Royan. Hadir sebagai narasumber, Moh Isnaini, Anggota KPU Kabupaten Kediri Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi (Rendatin), yang berbagi informasi mengenai proses, tantangan, dan komitmen KPU dalam menjaga keakuratan data pemilih di Kabupaten Kediri. Dalam talkshow tersebut, Moh Isnaini menjelaskan bahwa meskipun tahapan Pilkada telah berakhir, KPU tetap melaksanakan kegiatan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai bagian dari tanggung jawab kelembagaan untuk menjaga validitas data pemilih. “Pemutakhiran data pemilih tidak berhenti setelah pemilu atau pilkada. Setiap triwulan kami melakukan pembaruan untuk memastikan data pemilih tetap akurat, baik bagi pemilih baru yang telah berusia 17 tahun, pemilih yang pindah domisili, meninggal dunia, maupun perubahan status seperti anggota TNI/Polri yang aktif atau purna,” ujar Isnaini. Lebih lanjut, Isnaini menjelaskan bahwa pada triwulan terakhir KPU Kabupaten Kediri melaksanakan pencocokan dan penelitian terbatas (Coktas) untuk memverifikasi data pemilih berusia di atas 100 tahun yang masih tercatat aktif dalam data kependudukan. Ia menyebut, kegiatan tersebut dilakukan dengan menurunkan tim ke lapangan bersama operator data dan perangkat desa untuk memastikan kebenaran data. “Dari hasil pemantauan, kami menemukan beberapa pemilih berusia lebih dari 100 tahun yang masih tercatat hidup. Untuk memastikan kebenarannya, kami melakukan Coktas langsung ke lapangan bersama perangkat desa,” jelas Isnaini. Menutup talkshow, Moh Isnaini menegaskan pentingnya peran seluruh pihak, terutama masyarakat, dalam menjaga keakuratan data pemilih dan keberlangsungan demokrasi di Kabupaten Kediri. “Mengawal data pemilih adalah tanggung jawab bersama. Kami berharap masyarakat turut aktif memberikan tanggapan dan memastikan dirinya terdaftar, agar hak pilih setiap warga tetap terjamin,” tutup Isnaini.(irf)