Sosialisasi Pemilu 2024 "Sinergisitas Dan Kolaborasi dalam Rangka Menyukseskan Pemilu 2024"
Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Minggu (17/9) KPU Kabupaten Kediri didapuk menjadi tuan rumah dalam Sosialisasi Pemilu 2024 "Sinergisitas Dan Kolaborasi dalam Rangka Menyukseskan Pemilu 2024" yang di gelar oleh KPU RI. Bertempat di Gedung Merpati Hotel Insumo Palace, JJalan Urip Sumoharjo No. 90 Kediri. Acara dimulai tepat pukul 10.00 WIB Dalam sosialisi ini dihadiri oleh peserta dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kediri, dengan menghadirkan narasumber yaitu Nanang Qosim Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kediri, Muhammad Adnan Maghribbi Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi, Serta Fahmi dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Sosialisasi kali ini dibuka oleh Nanang Qosim selaku Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kediri mewakili KPU RI dan Ketua KPU Kabupaten Kediri. Dalam sambutannya Nanang menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan sosialisasi ini penting dilakukan untuk mengajak ormas untuk ikut berpartisipasi dalam mensukseskan Pemilu tahun 2024. "Setelah menghadiri acara ini saya berharap teman-teman dapat ikut mensosialisasikan terkait Pemilu tahun 2024 kepada keluarga, teman, organisasi, dan kepada seluruh masayarakat tentang pemilu tahun 2024," ucap Nanang. Selanjutnya langsung masuk pada acara inti dengan pemaparan materi dari Nanang Qosim, beliau menyampaikan materi tentang Partisipasi Masyarakat. Nanang menuturkan bahwa Pemilu merupakan proses peralihan kepemimpinan yang sah, maka dari itu diharap seluruh masyarakat khusunya di Kabupaten Kediri dapt memberikan hak suaranya pada Pemilu tahun 2024. "Sesuai tag line kita yaitu Pemilu sebagai sarana integrasi bangsa, silahkan teman-teman memilih sesuai dengan penilaian teman-teman kepada setiap calon, yang terpenting jangan golput," ungkap Nanang. Materi selanjutnya disampaikan oleh Fahmi, narasumber dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Fahmi menyampaikan materi tentang tantangan yang dihadapi dalam Pemilu tahun 2024. Menurut fahmi tantangan yang dihadapi dalam Pemilu Tahun 2024 salah satunya yaitu mengenai maraknya disinformasi yang terjadi khusunya di media sosial. "Dalam menerima informasi di media sosial, teman-teman harus pandai-pandai untuk menyaring, karena di dunia maya banyak sekali informasi yang perlu di pastikan kebenarannya," Jelas Fahmi. Materi terakhir disampaikan oleh Muhammad Adnan Maghribbi sebagai Peneliti Sindikasi Pemilu dan Demokrasi. Adnan menyampaikan bahwa dalam Pemilu Serentak dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan Pemilu. Namun, Pemilu serentak juga akan menimbulkan masalah seperti halnya kebingungan pemilih, dominasi isu Preseiden, dan ketidaksesuaian antar hasil pemilihan presiden dan legislatif. "Meskipun banyak sisi positif dilaksanakannya Pemilus serentak, tidak dapat dipungkiri dalam penyelenggaran Pemilu serentak juga akan menimbulka kendala yang memang harus dapat diantisipasi sebelumnya," ujar Adnan. (and)