Berita Terkini

KPU Kabupaten Kediri mengikuti Kegiatan Simulasi Pengamanan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 yang digelar lapangan Bendung Gerak Waru Turi  Gampengrejo Kabupaten Kediri Jawa Timur

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Kamis (27/7), KPU Kabupaten Kediri mengikuti Kegiatan Simulasi Pengamanan Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 yang digelar lapangan Bendung Gerak Waru Turi  Gampengrejo Kabupaten Kediri Jawa Timur, Pada hari Kamis, 27 juli 2023. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Jawa Timur, M. Hadi Wawan Guntoro, S.STP, M.Si, CIPA, turut hadir perwakilan dari KPU Kabupaten Kediri Agus Hariono selaku Divisi Hukum dan Pengawasan, ikut hadir perwakilan dari SatLinmas dan masyarakat umum yang turut serta mengikuti acara tersebut. Wawan Guntoro menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman dan keterampilan yang relevan kepada para anggota Linmas. Hal ini bertujuan agar mereka siap menghadapi tugas-tugas yang akan datang, terutama dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama Pemilu Serentak yang akan digelar tahun depan. "Kami menyadari betapa pentingnya peran Linmas dalam proses Pemilu Serentak 2024. Oleh karena itu, kami ingin memberikan pemahaman dan keterampilan kepada mereka agar kapasitas mereka meningkat dan kesiapsiagaan terjaga dengan baik." ujar Guntoro. Pelatihan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung partisipasi aktif dan beradab dari seluruh warga masyarakat dalam proses pemilu. Dengan kesiapan dan keterampilan yang lebih baik, diharapkan Linmas dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan berintegritas kepada masyarakat dalam menjalankan hak suara mereka.  "Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan Linmas dalam mendukung Pemilu Serentak 2024. Semoga pelatihan ini menjadi langkah awal yang baik dalam menciptakan pemilu yang transparan, demokratis, dan aman." tutur Guntoro. (mrt/pnr/humas)

Pelantikan Anggota KPU pada 25 Kabupaten/Kota di 5 Provinsi

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Rabu (26/7/2023) KPU Kabupaten Kediri mengikuti Pelantikan Anggota KPU pada 25 Kabupaten/Kota di 5 Provinsi. Berlangsung di Halaman KPU RI, hadir memberikan speech Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari. Terhitung kurang dari 202 hari menuju hari pemungutan suara atau pemilu, tepatnya 14 Februari 2024. Mengingat hal tersebut pergunakan sisa waktu sebaik mungkin, khususnya dalam memastikan persiapan yang telah dirancang yakni kegiatan pemungutan suara Pemilu 2024 dapat berjalan sesuai yang direncanakan. Dalam situasi yang semakin terbatas waktu, Hasyim dengan tegas mengajak para anggota yang baru dilantik untuk menghidupkan semangat dan meningkatkan produktivitas kerja. Selain itu, ia menegaskan pentingnya bagi mereka yang baru dilantik untuk patuh dan bekerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku, termasuk peraturan hukum pemilu dan pilkada serta peraturan lembaga terkait seperti PKPU, Perbawaslu, dan Peraturan DKPP. "Dengan begitu, jika kita semua tetap berpegang teguh dan bekerja sesuai aturan, InsyaAllah kita akan kokoh dan yakin dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan pemilu dan pilkada," ujar Hasyim. Sebelumnya, Hasyim juga mengingatkan pentingnya posisi strategis anggota KPU sebagai pemimpin di tingkatnya masing-masing. Tanggung jawab sebagai pusat kepemiluan harus dijalankan dengan penuh kompetensi. "Karena dalam konteks kepemiluan, KPU memiliki peran sentral, maka persiapkan diri dengan baik, baik dari segi pribadi maupun kelembagaan, agar semua pihak yakin bahwa KPU siap, layak, dan mampu menjadi pusat kepemiluan," jelasnya. Selain itu, Hasyim juga menekankan pentingnya penyesuaian dalam menjalani tahapan pemilu yang sedang berjalan. "Kami meminta kepada seluruh saudara untuk menyesuaikan diri dengan ritme kerja saat ini," tambah Hasyim. (pnj)  

Bahas Progres JDIH, Divisi Hukum dan Pengawasan Gelar Rapat Internal.

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Rabu (26/7) pukul 13.30 Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kabupaten Kediri menggelar rapat internal. Rapat dipimpin Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan, Agus Hariono dengan dihadiri Kasubag Hukum dan SDM Andik Indarto, Fungsional Arsiparis Emy Supriati dan Staff Hukum SDM Wahyu Mulyawati dan Rido Rica. Rapat digelar dengan tujuan membahas JDIH KPU Kabupaten. Agus menyampaikan bahwa untuk melakukan update tidak hanya di web namun juga di platform sosial media khusus JDIH. "Saya berharap untuk media sosial JDIH juga dapat diupdate sehingga masyarakat juga dapat mengetahui produk-produk hukum dari KPU" terang Agus Agus juga menyampaikan untuk memanfaatkan angkringan JDIH untuk pembuatan konten. Angkringan JDIH juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk digunakan membahasa terkait produk hukum. "Kita memiliki angkringan JDIH yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan konten atau hanya untuk sekedar berkumpul membahas produk hukum, jelas Agus. (pnr/mrt/humas)

KPU Kabupaten Kediri kembali menggelar Rapat Pleno Rutin.

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id –  Rabu (26/7) KPU Kabupaten Kediri kembali menggelar Rapat Pleno Rutin. Pleno dimulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Media Center, dengan dihadiri Komisioner, Sekretaris, dan jajaran Kasubag, bendahara serta notulen. Dalam rapat pleno ini dipimpin langsung oleh Ketua KPU, Ninik Sunarmi. Beliau menyampaikan terkait hasil evaluasi pembentukan badan ad hoc untuk dapat segera ditindak lanjuti yaitu kelengkapan data di SIAKBA. “Untuk kelengkapan data di SIAKBA saya harap untuk dapat segera diselesaikan,” ujar Ninik. Selanjutnya dalam rapat pleno juga membahas terkait akan ada pencermatan DCS yg dimulai 6-11 Agustus bulan depan. Ninik menyampaikan pencermatan ini sangat penting yang nantinya bacalon akan dipublikasi dalam DCS oleh media cetak ataupun elektronik. "Sebelum di publikasikan ke media perlu dilakukan pencermatan agar tidak ada informasi yang salah yang disampaikan kepada masayarakat," terang Ninik. Rapat pleno diakhiri dengan penyampaian Laporan Realisasi Anggaran oleh Sekretaris KPU Kabupaten Kediri Randy Agatha. (pnr/mrt/humas)

KPU Kabupaten Kediri mengikuti Kegiatan Pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Periode 2019-2024.

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Rabu  (26/7), KPU Kabupaten Kediri mengikuti Kegiatan Pelantikan Pengganti Antarwaktu (PAW) Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim) Periode 2019-2024. Pelantikan resmi dilakukan pada Rabu, 26 Juli 2023, di Kantor KPU Jatim, Jalan Raya Tenggilis Nomor 1-3, Surabaya. Acara tesebut dihadiri oleh Ketua KPU  Hasyim Asy'ari, Ketua KPU Jatim Choirul Anam beserta jajaran pejabat struktural dan fungsional di lingkungan sekretariat KPU Jatim, Athoillah Anggota KPU Kabupaten Jombang Periode 2019-2024 yang dilantik sebagai Pengganti Antarwaktu (PAW) . Dalam pelantikan ini, Atok menggantikan Muhammad Arbayanto yang mengundurkan diri pada 2 Mei 2023 lalu. Sebelumnya, Atok telah menjabat sebagai Anggota KPU Kabupaten Jombang untuk periode 2019-2024. Dalam sambutanya, Hasyim  menegaskan bahwa Anggota KPU memiliki peran penting sebagai pemimpin kepemiluan. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 menetapkan KPU di tingkat pusat sebagai penanggung jawab akhir Pemilu dan Pilkada, sementara KPU provinsi dan kabupaten/kota bertanggung jawab di tingkat wilayah masing-masing. "Peran seorang pemimpin adalah peran penting untuk mewujudkan integritas dan kesuksesan dalam proses Pemilu dan Pilkada." Ujar Hasyim Pelantikan Athoillah sebagai PAW Anggota KPU Jatim ini dilaksanakan secara hybrid, yang mana 25 KPU Kabupaten/Kota di 5 provinsi juga menggelar pelantikan serentak. Meskipun dilakukan secara virtual, suasana pelantikan tetap tertib dan berlangsung dengan lancar. Dalam sambutannya Athoillah menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan yang terbaik dalam mendukung kelancaran Pemilu dan Pilkada di wilayah Jawa Timur.  "Pelantikan hari ini adalah momen bersejarah bagi saya, dan saya berkomitmen untuk segera menyesuaikan diri dengan pola dan irama kerja di tingkat provinsi. Saya akan bekerja keras dan bekerja sama dengan seluruh jajaran KPU Jatim untuk menjalankan tugas dengan profesional dan penuh integritas," Ujar  Athoillah. (pnr/mrt/humas)

KPU Kabupaten Kediri di dapuk menjadi narasumber dalam acara Rumah Demokrasi dalam Episode Pemilih Baru di Pemilu

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Selasa (25/7) KPU Kabupaten Kediri di dapuk menjadi narasumber dalam acara Rumah Demokrasi dalam Episode Pemilih Baru di Pemilu yang di adakan live streaming di youtube TVRI Jawa Timur pada Selasa, 25 juli 2023 pukul 13.00 - selesai. Dalam acara tersebut menghadirkan narasumber dari KPU Kabupaten kediri Komisioner Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM Nanang Qosim, Pengamat politik Unesa Gilang Gusti Aji M.Si dan didampingi oleh pembawa Acara Laras Putri. Dalam pemaparannya Nanang menjelaskan tentang Pemilih Baru adalah Pemilih yang baru berusia 17 tahun atau dia yang belum berumur 17 tahun namun sudah menikah dan mereka yang sudah purna dalam bertugas TNI/Polri. Nanang juga menambahkan strategi untuk menyebar luaskan pemilu ini perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih milenial, kita ganti bahasa yang digunakan lebih sesuai dengan pendekatan bahasa milenial. “Dari pada pusing mikirin pacar ayo kita gabung dengan PPS, contoh kalimat seperti itu adalah pendekatan yang lebih baru dapat memberikan dampak yang lebih menarik terhadap anak muda,” ucap Nanang Nanang menekankan pentingnya sikap menerima hasil pemilu dengan lapang dada serta menjadikan Indonesia tetap bersatu meskipun hasilnya mungkin berbeda dengan pilihan pribadi masing-masing. "Kita harus mengerti bahwa dalam demokrasi, tidak selalu semua pilihan yang kita dukung yang akan menang. Namun, yang terpenting adalah kita bersama-sama menjalani proses ini dengan penuh kejujuran dan kemauan untuk menerima hasil akhir dengan hati yang terbuka," jelas Nanang Menurut Gilang, salah satu cara untuk mengenalkan generasi milenial pada Pemilu adalah dengan cara masuk ke generasi milenial itu sendiri. Artinya, mendekati generasi muda dengan menggunakan bahasa dan media yang akrab bagi mereka. Ini dapat dilakukan melalui penggunaan platform media sosial yang populer di kalangan milenial, seperti Instagram, TikTok, Twitter, dan YouTube, untuk menyampaikan informasi tentang Pemilu secara menarik dan mudah dipahami. “Di era sekarang serba online jadi kita bisa mengenalkan politik melalui media sosial,” ujar Gilang. (pnr/mrt/humas)