Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Rabu (8/2/2023) KPU Kabupaten Kediri mengikuti Kegiatan Rapat Pimpinan (RAPIM) TNI - POLRI Tahun 2023 dengan tema "TNI-POLRI Siap Mendukung Peningkatan Produktivitas untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan". Kegiatan R yang diselenggarakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia ini menghadirkan Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari sebagai narasumber. KPU merupakan penyelenggara pemilu yang bertanggung jawab penuh atas legitimasi institusi demokrasi dan transisi kekuasaan. Oleh karena itu, KPU mengaku telah mempersiapkan secara totalitas untuk menghadapi Pemilu dan Pemilihan tahun 2024. "Menurut saya terdapat prinsip Pemilu secara global (guiding principle of election) yang di dalamnya meliputi profesionalisme, efisiensi, transparansi, integritas, independensi, serta pelayanan publik," jelas Hasyim. Berikutnya, Hasyim juga memaparkan bahwa terdapat tiga jenis konten disinformasi kepemiluan. Pertama, kelompok rentan menjadi kelompok yang sering ditemui adanya disinformasi kepemiluan. Kedua, disinformasi yang mendelegitimasi proses pemilu. Ketiga, disinformasi adanya penguburan informasi terkait prosedur teknis kepemiluan. "Maka dari itu, perlu saya sampaikan terdapat strategi yang dimiliki KPU RI untuk menangkal disinformasi kepemiluan, yakni dengan mengakses cek fakta hoax kepemiluan di laman kpu.go.id. Selanjutnya melakukan counter issue di medsos KPU RI, selanjutnya menandatangani nota kesepahaman dan kerjasama dengan stakeholder yang terkait, antara lain Bawaslu, Kominfo, KPI, Dewan Pers, AMSI, platform medsos informasi resmi (pers rilis). Terakhir, membagikan hasilnya ke media terverifikasi, seperti membuat Bakohumas KPU, memperbarui pelayanan informasi kepemiluan melalui PPID serta Podcast KPU RI," jelas Hasyim. Terakhir, Hasyim mengungkapkan adanya dukungan dari TNI dan Polri dalam menjaga ketertiban dan keberlangsungan pesta demokrasi ini semoga dijauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan salah satunya disinformasi. (pnj)