Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Senin (9/1/2023) KPU Kabupaten Kediri mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Disinformasi yang digelar Perkumpulan Untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem). Berlangsung secara daring, hadir sebagai salah satu narasumber Anggota KPU Betty Epsilon Idroos. Disinformasi menjadi salah satu faktor yang menimbulkan masalah. Maka kedepannya, KPU mencoba memetakan informasi dalam hal delegitimasi terhadap KPU. Salah satu yang menjadi ikon adalah media sosial, di sini KPU mencoba memetakan bagaimana pendapat publik terhadap KPU? apakah negatif, netral, atau positif, serta untuk memperoleh informasi terkait siapa dalang dari penyebar informasi tersebut. Dari data yang diperoleh tersebut, kemudian dianalisis untuk menentukan langkah kedepannya dalam mengambil kebijakan. Sehingga memudahkan KPU dalam menghadapi berita hoax atau negatif hingga berujung fitnah. Tujuan dilakukan upaya ini agar KPU dapat dengan mudahnya mengetahui siapa dibalik penyebar informasi yang tidak mengedepankan benar atau salahnya ini. "Seseorang bisa produce informasi, apakah informasi itu benar atau tidak, belakangan, yang penting tujuannya tercapai dulu, dan akhirnya kita harus cari tahu ini penyebar pertamanya siapa dan apa targetnya," kata betty. Dalam mendukung upaya ini, KPU juga membentuk Gugus Tugas Keamanan Siber yang terdiri dari BSSN, Kemenkominfo Polri, BIN, dan BRIN yang diharapkan dapat menyelesaikan KPU dalam memberantas hoax. Untuk itu, kedepannya KPU sangat membuka lebar bagi siapa saja yang berinisiatif untuk menjalin forum multipihak dalam mengantisipasi disinformasi Pemilu 2024 demi demokrasi Indonesia yang lebih baik. "KPU tidak bisa bekerja sendiri, disinformasi bisa menimpa semua hal, apa yang harus dilakukan, kanal apa efektif dilakukan, perlu didiskusikan lebih lanjut, walaupun perlu MoU payung bersama. Ini penting, karena disinformasi akan terus membayangi di setiap tahapan dan bisa menimpa siapa saja." tutur Betty. (pnj)