Berita Terkini

Apel Senin Pagi, Komisioner Himbau Jajaran Tingkatkan Kompetensi

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (06/06/2022) pukul 08.00 WIB bertempat di halaman kantor Jajaran Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri melakukan apel pagi. Apel di awal Bulan Juni ini dipimpin langsung Anggota Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU, Eka Wisnu Wardhana. Wisnu selaku pembina apel dalam amanatnya menyampaikan, untuk mempersiapkan diri jelang tahapan Pemilu 2024 dan juga memompa semangat, karena ini sudah bulan Juni dan sebentar lagi tahapan akan dimulai. “Dalam tahapan pastinya akan menguras banyak waktu, tenaga, maupun pikiran kita, sehingga kita harus mampu menjaga kesiapan fisik dan psikis sebaik mungkin agar tidak mengganggu jalannya tahapan Pemilu 2024,” ucap Wisnu. Lebih lanjut, beliau mengajak khususnya beliau sendiri dan kawan-kawan semua untuk meningkatkan kompetensi. Peningkatan kompetensi yang nantinya dilaksanakan oleh Provinsi dalam bentuk pembekalan Tata Kelola Pemilu. Ini dijadikan sebagai motivasi semangat bahwa teman-teman memang berkompetensi, lebih ada peningkatan dalam kapasitas sebagai insan-insan penegak demokrasi.  Di Akhir amanat, Wisnu menekankan juga “Disaat kita mempunyai kompetensi, saat kita melakukan yang terbaik tentunya kita akan menuai hasil yang terbaik dan maksimal pula”. tutupnya (don)  

Wujud Cinta Tanah Air, KPU Kediri Perdengarkan Lagu Kebangsaan

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Senin (06/06/2022) Tepat pukul 10.00 WIB Bertempat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) jajaran sekretariat KPU Kabupaten Kediri seluruhnya dengan sikap sempurna Perdengarkan Lagu Indonesia Raya. Sekretaris KPU Kabupaten Kediri, Bekti Rochani mengatakan dengan mengacu Surat Edaran Bupati Nomor : 001/1773/418.62/2021 tentang Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.  “Setiap Hari Senin dan tanggal 17 setiap bulan, teruntuk semua pegawai di lingkungan KPU Kabupaten Kediri harus Memperdengarkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.” tuturnya Tujuan memperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia Raya ini tidak lain adalah untuk meningkatkan semangat kerja dan semangat nasionalisme serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan negara Indonesia. Lebih lanjut, “Semangat cinta tanah air adalah wujud yang harus kita tanamkan, dan salah satunya dengan memperdengarkan lagu Indonesia Raya ini. Disamping itu secara tidak langsung membentuk sikap nasionalisme pada kita semua,” kata Bekti. (don)  

KPU Kediri Hadiri Doa dan Tasyakuran Harlah Pancasila dan Harlah Bung Karno

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Minggu (05/06/2022) Mewakili KPU Kabupaten Kediri Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Nanang Qosim menghadiri kegiatan yang digelar DPP Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia (PCTA) Indonesia bekerjasama dengan Persada Soekarno Situs nDalem Pojok Kediri bersama tokoh lintas agama dan keyakinan serta berbagai komunitas dalam rangka mensyukuri Hari Lahir Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia dan Hari Lahir Bung Karno. Ketua DPP PCTA Indonesia I Dewa Nyoman S Hartana, dalam sambutannya menekankan masalah penting tentang Pancasila, bagaimana pengaplikasiannya dalam keseharian masyarakat Indonesia. "Hal ini dapat kita lihat diberbagai media, baik media sosial, maupun elektronik (TV, radio, dsb) dan itu yang paling penting. Kita harus meyakini bahwa dengan Pancasila, maka Indonesia akan aman dan damai," ucapnya. Beliau menambahkan, dalam mengimplementasikan Sila Pertama dan Sila Kedua. Sila Pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” dan Sila Kedua “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” maka harus menjadi satu dalam keimanan dan kemanusiaan. “Sekali lagi itu yang kita tekankan kembali pada Pancasila, yakni Pancasila Dasar Negara dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia, kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya. “Dan berbicara soal Bung Karno, kita tahu beliau sang Proklamator, Pahlawan Kemerdekaan Negara Indonesia, dan yang paling penting juga Bung Karno sang perumus Pancasila. Pancasila juga berkaitan erat merajut dalam persaudaraan, persaudaraan Internasional dan bersama masyarakat saling bahu-membahu menghadapi tantangan di negeri ini,” tutupnya. Sementara itu, Dodi Purwanto, Ketua DPRD Kabupaten Kediri berbicara mengenai Pancasila itu tidak akan ada habisnya, tapi ini sudah menjadi hal fanatik dan ini juga menjadi hal yang mestinya kita bumikan. Pancasila itu sendiri sangat erat terkait kebangsaan Indonesia, dengan didalamnya terkandung Ketuhanan, spirit kemanusiaan, persatuan, mufakat dan demokrasi, keadilan sosial yang diperas sari-sarinya menjadi 3 (tiga) yaitu, sosionasionalisme, sosiodemokrasi dan sosio ketuhanan. “Berbicara Pancasila itu tidak akan ada habisnya, tapi keberadaan Pancasila itu sudah Final dan menjadi kewajiban kira seluruh warga Indonesia untuk membumikan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya. Seperti diketahui bersama, kegiatan ini bertempat di situs nDalem Pojok Kediri dan dikemas dalam beberapa acara. Acara utama adalah doa bersama lintas agama dan keyakinan dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan fakir miskin. Selain itu ada pentas seni budaya, puisi, macapat, karawitan, tari dan musik band serta ada pengobatan gratis dari Klinik dr. Vitis Grogol Kediri dan Pengobatan Tradisional Nusantara dari Patembayan Jawadipa Daha. Dan terakhir tak kalah menarik adalah adanya pertunjukan pelukis spiritual Sonny dari Blitar yang pernah mendapatkan penghargaan MURI sebagai pelukis Bung Karno terbesar dengan ukuran 10x22m. (don/pnj)  

Dukungan KPU Kediri Demi Kesuksesan G20 dan Pemilu Serentak 2024

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Dalam lanjutan Doa dan Tasyakuran Harlah Pancasila dan Harlah Bung Karno bertempat di rumah masa kecil Presiden RI yaitu Situs Ndalem Pojok Persada Sukarno, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Minggu (05/06/2022). Acara ini juga dihadiri beberapa lembaga antara lain : DPP PCTA Indonesia, DPD Jatim, Koramil, Polsek, GP Ansor Wates, KPU Kabupaten Kediri, Bawaslu Kabupaten Kediri, PHDI Kecamatan Kandat, Ahmadiyah, PDKK Kabupaten Kediri, Gusdurian Pemuduli Wates, Hakim LC, JKPHS Kediri, OPSHID Kediri, Situs Ndalem Pojok, Honorer K2, PAC IPNU Wates, Beautiful Band, Pemuda-Pemudi Ngancar, Rapi Lokal VI, dan TPQ Cinta Tanah Air. Tak hanya memperingati Harlah Pancasila dan Harlah Bung Karno namun kegiatan ini juga sebagai rangkaian ikhtiar bersama-sama seluruh rakyat Indonesia dalam memberikan dukungan dan mendoakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 dan Pemilu serentak 2024 berjalan sukses.  Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM, Nanang Qosim menyampaikan bahwa KPU Kabupaten Kediri senantiasa membuka diri dalam kegiatan apapun jika tujuannya adalah mendukung kesuksesan Pemilu di 2024, maka dari itu beliau sepakat jika kegiatan yang dilakukan selama ini hakikatnya sebagai upaya bersama untuk mendorong Indonesia menjadi lebih baik. "Bagi KPU menjadi sebuah kebanggaan bisa terlibat bersama elemen Bangsa ini dalam rangka peringatan kebangkitan Nasional, peringatan hari lahir Pancasila dan hari lahir Bung Karno dengan menggelar doa bersama lintas Agama dan lintas Etnis dengan tema 'Sukseskan KTT G-20 dan sukseskan Pemilu Serentak tahun 2024'," ucap Nanang. Lebih lanjut, Nanang menegaskan bahwa KPU Kabupaten Kediri akan turut serta ambil bagian dalam barisan perjuangan yang mendukung agar Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dan disegani di dunia.  "Untuk kebaikan, kemanusiaan dan kemajuan Bangsa Indonesia kami KPU Kabupaten Kediri akan siap terlibat di garda terdepan perjuangan bersama ini," jelasnya. (pnj)  

Diskusi Terkait Survei Pilpres 2024 di Kabupaten Kediri

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id – Jumat (03/06/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, menerima kunjungan dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri. Sekitar pukul 09.30 WIB, kunjungan ini diterima baik oleh Ketua KPU, Ninik Sunarmi.  Adalah Iwan, Kepala Bidang (Kabid) Bakesbangpol, beliau bermaksud mengajak diskusi terkait adanya lembaga penelitian yang akan melakukan penelitian lapangan. Lembaga penelitian tersebut mengemas kegiatannya dalam bentuk “Survei Pemilihan Pemimpin Nasional (Pilpres) Tahun 2024” yang direncanakan pada tanggal 6 Juni s/d 20 Juni 2022. Ditemui seusai kunjungan, Ninik menjelaskan bahwa survey penelitian ini akan mengambil sampel terkait permohonan data, wawancara dan penelitian/politik. Dalam penelitian ini mengkombinasikan metode hybrid, yaitu perpaduan antara metode online dan offline. Kegiatan pelatihan dan koordinasi antara tim pusat dan pencacah dilakukan secara online, sedangkan untuk pengumpulan data akan dilakukan pencacah yang direkrut dari lokasi penelitian (di level desa/kecamatan). “Menjelang tahapan pemilu 2024 ini, kami bersama Bakesbangpol tetap saling bersinergi satu dengan yang lain demi terciptanya dan suksesnya pemilu serentak tahun 2024. Dengan diskusi semacam ini sangat penting sekali dan itu juga bagian yang tidak terlepas dari koordinasi dua arah yang baik,” kata Ninik. Lebih lanjut, menurut Ninik setiap hal apapun termasuk kegiatan survey ini, pihaknya akan berkoordinasi antar sesama pimpinan komisioner terlebih dahulu, harapannya kegiatan ini nantinya dapat disetujui oleh semua anggota. “Terkait lembaga penelitian yang akan melakukan penelitian lapangan, kami KPU bersifat netral dan tentunya akan kami bicarakan sewaktu pleno, karena kita tidak bisa memutuskan tanpa adanya pleno terlebih dahulu,” tutupnya. (don/pnj)  

Koordinasi Jaga Kerukunan Antar Lintas Agama Saat Pemilu 2024

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jumat (03/06/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, menerima kunjungan dari Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kediri. Sekitar pukul 11.00 WIB, kunjungan ini diterima baik oleh Ketua KPU, Ninik Sunarmi.  Adalah Ali Nasuhan dan Ida pengurus FKUB Kabupaten Kediri, beliau berkunjung dengan maksud diskusi terkait koordinasi menjelang tahapan pemilu yang berkaitan terjaganya kerukunan antar lintas agama dan tidak adanya gesekan pada pemilu serentak 2024. Ninik menuturkan bahwa sesuai perannya FKUB sendiri adalah organisasi yang memelihara dan memberdayakan umat beragama untuk kerukunan dan kesejahteraan, dimana mereka sangat berperan penting dalam menjaga kondusifitas saat peserta pemilu melakukan kampanye agar tidak melibatkan isu-isu SARA “Dalam pertemuan siang ini, kami mencoba untuk menyusun strategi agar nantinya FKUB dapat maksimal dalam menjalankan fungsinya dalam mencegah adanya politik identitas yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat dalam pemilu 2024,” kata Ninik. Ninik melanjutkan, KPU akan melakukan koordinasi melibatkan berbagai lembaga/ormas salah satunya FKUB, agar saat gelaran tahapan pemilu serentak 2024 dimulai, gesekan -gesekan di masyarakat dapat diminimalisir/ bahkan ditiadakan. “Kami berharap FKUB juga mendorong untuk mengoptimalkan perannya dan menjalankan tugas dan fungsi yang dimiliki, untuk bisa membawa kedamaian, kesejukan serta himbauan kepada masyarakat untuk mensukseskan pilkada yang aman dan damai,” tutup Ninik. (don/pnj)