Berita Terkini

Support Pemerintah Wilayah Penting Dibutuhkan Dalam Menjaga Kondusifitas Pelaksanaan Pemilu di Daerah

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Jum’at (1/4/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh  Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kegiatan  Rapat Kerja Nasional Camat ini bertema “Sinergitas dalam Penyelesaian Isu-Isu Strategis Pemerintahan di Wilayah” sekaligus dalam mendukung penanggulangan Covid-19 Tahun 2022 yang diselenggarakan oleh KPU RI. Pada kesempatan ini bertugas sebagai Pembicara Ketua KPU RI Ilham Saputra dan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA.  Ketua KPU RI Ilham Saputra menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas KPU untuk mempersiapkan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024. Kesiapan yang dilakukan juga sudah dirancang jauh hari sebelum terlaksananya Pemilu, mulai dari kesiapan rancangan Peraturan KPU Tahapan, Program, dan Jadwal serta peraturan KPU lainnya. “KPU juga menyiapkan tahapan dengan memperkuat kerja sama antar lembaga dan instansi, memperkuat teknologi informasi, menyusun tahapan pemilu dan pemilihan dengan memperhatikan implikasi tahapan beririsan, mengoptimalkan anggaran di setiap tahapan, serta mengoptimalkan kapasitas dan manajemen SDM,” kata Ilham. “Terkait masa pandemi Covid-19, tentu KPU menyiapkan pemilu dan pemilihan yang dilaksanakan dengan prinsip protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian Covid-19, mengutamakan prinsip kesehatan dan keselamatan, memperhatikan kesehatan dan keselamatan bagi penyelenggara, peserta, pemilih dan seluruh pihak yang terlibat dalam pemilu dan pemilihan,” tambah Ilham. Tujuan adanya Rakernas ini tidak lain untuk memfokuskan persepsi dan langkah tindak bagi para camat, terutama dalam penanggulangan covid-19. Posisi camat disini sangat penting sekali, sebab camat merupakan kepala pemerintahan tingkat mikro yang tugasnya menjurus langsung ke lapangan.  “Bapak Menteri Dalam Negeri selalu memberikan atensi yang penuh terhadap camat, memberikan atensi penuh kepada camat di seluruh Indonesia. Sebagaimana kebijakan Bapak Menteri, penanganan covid kita double layer, layer di pemerintahan di provinsi, kabupaten/kota dan mikro,” jelas Safrizal.  “Memang hari ini dengan kebijakan telah dibolehkan untuk menyelenggarakan kegiatan, namun tetap diminta untuk patuh pada protokol kesehatan. Hari ini kita batasi hadir langsung maksimal 180 orang, walaupun kami tahu dari 7.266 camat semua berkeinginan untuk hadir,” tambah Safrizal. Hadir juga dalam Rakernas ini Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, serta secara daring Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo. Tak terlewat, hadir juga para camat dari seluruh Indonesia, baik secara luring maupun daring. (pnj)

Tingginya Nilai IKPA Cerminan Akuntabilitas Pengelolaan Anggaran

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Kamis (31/3/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Sosialisasi Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022 dan Pelaporan Data Capaian Output Satker TA. 2022 yang diadakan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri. Dalam sosialisasi ini KPPN Kediri mengundang seluruh Pengelola Keuangan di lingkup wilayah kerja KPPN Kediri, diantaranya Kediri Kabupaten, Kediri Kota, Trenggalek dan Nganjuk. Acara dimulai pukul 08.30 WIB dan dibuka oleh Kepala KPPN Kediri Hari Winarno yang dalam sambutannya menyampaikan dengan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendukung pengelolaan keuangan yang fokus pada peningkatan belanja yang berkualitas, mendorong akselerasi belanja dan pencapaian output. Selain itu, mendorong satker agar konsisten dalam mencapai progres ketercapaian output secara berkala. “Sosialisasi yang kami adakan hari ini yakni Perdirjen Perbendaharaan Nomor PER-5/PB/2022 dan Pelaporan Data Capaian Output Satker TA.2022, dimana nantinya akan dikupas secara mendalam oleh para narasumber,” ujarnya. Lebih lanjut, Winarno mengatakan ada 3 (tiga) sisi yang dinilai dalam menentukan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), sehingga kualitas kinerja pelaksanaan anggaran belanja Kementerian Negara/Lembaga menjadi baik. “Yang pertama Kualitas Implementasi Perencanaan Anggaran, berikutnya Kualitas Pelaksanaan Anggaran dan terakhir Kualitas Hasil Pelaksanaan Anggaran. Ketiga hal inilah yang sangat erat kaitannya dengan Capaian Output, dimana Capaian Output itu sendiri mempunyai point 25% dari kumulatif nilai IKPA, Adapun target Indikator Kinerja Pelaksana Anggaran (IKPA) tahun ini bila kita lakukan dengan baik, maka akan berbuah hasil yang maksimal pula,” tegasnya. Mengakhiri sambutannya Winarno mengingatkan bahwa Pengisian Capaian Output yang dilakukan dengan baik akan berpengaruh pada pemeriksaan BPK di Tahun 2022. sehingga dibutuhkan kerjasama yang baik pula dari tiap-tiap satuan kerja. Memasuki sesi materi Suharsih Fungsional KPPN selaku pemateri mengatakan bahwa dari capaian output dapat diketahui sejauh mana program dan kegiatan pemerintah telah mencapai sasaran yang telah ditetapkan. “Hal ini juga sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara," ucapnya. Suharsih menerangkan bahwa Komponen Capaian Output ada yang berbeda antara tahun ini dengan tahun kemarin yakni ada 2 (dua) komponen, Komponen ketepatan waktu dan komponen ketercapaian Rincian Outputnya, dengan bobot Komponen ketepatan waktu 30 % dan komponen ketercapaian Rincian Outputnya 70%.  “Tercapainya target tersebut akan mendapatkan nilai maksimum, dimana poin Capaian Output itu sendiri 25% dari indikator seluruh penilaian IKPA dan setidaknya kalau Capaian Output dengan hasil maksimal setidaknya kita sudah memegang kendali yang 25% itu,” terangnya. Melalui sosialisasi ini, Suharsih berharap para pengelola keuangan satuan kerja dapat merekam capaian output dengan valid, sehingga menghasilkan output yang berkualitas. “Dimana Output yang berkualitas cerminan dari pengelolaan anggaran yang akuntabel,” tutupnya.  

KPU Kediri Ikuti Sosialisasi Penggunaan Sirekap dalam Pemilihan dan Uji Coba Sirekap untuk Pemilu Tahun 2024

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Rabu (30/3/2022) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Sosialisasi Penggunaan Sirekap dalam Pemilihan dan Uji Coba Sirekap untuk Pemilu Tahun 2024 yang dilaksanakan KPU RI. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut digelar secara hybrid dan bertempat di Gedung Amel Convention Hall Banda Aceh. Hadir secara fisik sebagai undangan yaitu Komisioner KPU RI, Komisioner KPU Provinsi, KIP Aceh Provinsi, KPU Provinsi DKI Jakarta, KIP Kabupaten/Kota Se-Aceh, KPU Kabupaten/Kota Se-Jakarta dan NGO Pemerintah Daerah, partai nasional dan partai lokal yg berada di Aceh.  Acara diawali laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kepala Biro teknis penyelenggaraan pemilu, Melgia Carolina Van Harling yang menyebutkan dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses penghitungan suara serentak serta rekapitulasi hasil perolehan penghitungan suara pemilihan serentak tahun 2024 yang mencakup pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024, maka diperlukan sistem khusus (Sirekap) untuk memudahkan hal tersebut. “KPU memandang bahwa Sirekap diperlukan untuk memfasilitasi pelaksanaan proses rekapitulasi secara elektronik dimulai tingkat TPS sampai rapat pleno rekapitulasi tingkat Provinsi, tingkat Kabupaten/Kota. Sebagai sebuah perangkat teknologi yang baru diterapkan di pemilihan serentak tahun 2020 di 270 daerah ditingkat provinsi kab/kota, Sirekap tentu memerlukan sosialisasi untuk pelaksanaan pemilihan serentak di tahun 2024. Sosialisasi penggunaan sirekap di tahun 2022 ini bertujuan untuk mengenalkan dan memberikan pemahaman penggunaan aplikasi Sirekap kepada daerah-daerah yang belum menggunakan aplikasi Sirekap pada pemilihan sebelumnya, yaitu khususnya daerah provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Aceh,” ucap Melgia. Perlu diketahui, setidaknya ada 5 (lima) tujuan mengapa KPU menggelar Sosialisasi Penggunaan Sirekap dalam Pemilihan dan Uji Coba Sirekap untuk Pemilu Tahun 2024 yaitu: Diseminasi informasi mengenai penggunaan Sirekap Mengetahui dan mengukur tingkat keberhasilan Sirekap sesuai dengan proses bisnis dan teknologi yang telah dirancang untuk kemudian melakukan evaluasi dan perbaikan yang perlu diperlukan Menyiapkan Sirekap pemilu agar dapat berfungsi optimal baik secara kualitas aplikasi maupun optimal penyajian hasil dan dapat diakses oleh publik. Menyediakan penggunaan informasi teknologi dalam proses penyelenggaraan pemilu secara tepat, transparan, mudah diakses dan akurat. Meningkatkan kepercayaan publik kepada KPU hasil pemilu dan demokrasi di Indonesia.

Jaga Kecepatan, Transparansi dan Akuntabilitas Demi Kepercayaan Publik

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Dalam lanjutan Sosialisasi Penggunaan Sirekap dalam Pemilihan dan Uji Coba Sirekap untuk Pemilu Tahun 2024 di Gedung Amel Convention Hall Banda Aceh. Rabu (30/3/2022). Anggota KPU RI,  I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa  acara Sosialisasi Penggunaan Sirekap dalam Pemilihan dan Uji Coba Sirekap untuk Pemilu Tahun 2024 ini kegiatan yang sangat penting untuk diikuti agar KPU RI mampu menyempurnakan Sirekap berdasarkan usulan dari berbagai pihak. “Kepada semua peserta acara ini baik yang hadir secara luring dan daring, saya berharap dapat mengikuti dengan baik dan bisa juga memberi masukan kepada kami, KPU RI. Sehingga pengembangan aplikasi KPU khusus nya Sirekap juga pengembangan regulasi terkait teknis pemungutan dan penghitungan suara dapat dilaksanakan dengan baik,” ucapnya. Lebih lanjut, Dewa menambahkan bahwa perkembangan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Digitalisasi pemilu tentu penting untuk mengikuti perkembangan zaman yang kian maju. sehingga pelaksanaan Pemilu Serentak 2024 nantinya tidak dikatakan sebagai pesta demokrasi inkonstitusional karena menerobos ketentuan peraturan. "Ke depan, kecepatan, transparansi dan akuntabilitas proses perhitungan dan rekapitulasi jadi penting agar publik percaya pada KPU, percaya pada hasil perolehan suara, dan percaya kepada pemimpin yang dipilih karena telah melalui proses dan cara yang demokratis dan cara yang secara prinsip adalah luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil," pungkasnya. Acara dilanjut dengan simulasi sirekap mobile, terdapat 6 titik TPS yang akan mensimulasikan dengan kondisi-kondisi khusus. Kondisi yang dimaksud adalah di TPS pertama terdapat adanya petugas KPPS yang akan melakukan foto pengiriman formulir C hasil sirekap mobile dengan metode online untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan di TPS 2 akan ada petugas KPPS yang melakukan foto dan pengiriman formulir C hasil sirekap mobile dengan metode offline di TPS kemudian bergeser mencari jaringan untuk pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Di TPS 3 akan ada petugas KPPS yang melakukan foto dan pengiriman formulir C hasil sirekap mobile dengan metode foto di PPK untuk pemilu DPD. Di TPS 4 akan ada petugas KPPS yang melakukan foto dan pengiriman formulir C hasil sirekap mobile dengan metode offline di TPS dengan pengiriman formulir menggunakan data file ZIP dari PPS ke PPK untuk Pemilu Presiden dan Wakil Presiden. Di TPS 5 akan ada petugas KPPS yang melakukan foto formulir C hasil dengan kamera HP tanpa menggunakan aplikasi sirekap mobile dengan proses pengiriman dengan menggunakan file JPEG melalui PPS, PPK Ke KPU Kab/Kota untuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati. Sedangkan kondisi terakhir di TPS 6 akan ada petugas KPPS yang melakukan foto dan pengiriman formulir C hasil menggunakan aplikasi sirekap mobile online untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. (don/pnj)  

Apel, Komisioner Ingatkan Jaga Semangat Kerja Saat Ramadhan

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Senin (28/3/2022) tepat pukul 08.00 WIB. Bertempat di halaman kantor jajaran sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri bersiap melaksanakan apel pagi. Apel kali ini, dipimpin langsung Anggota Divisi Sosdiklih,SDM, dan Parmas, Nanang Qosim. Dalam amanatnya Nanang menyampaikan bahwa dengan bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari bukanlah suatu halangan untuk tetap semangat bekerja. “Apel pagi senin hari ini, apel terakhir sebelum bulan Ramadhan. Bulan puasa jangan dijadikan bulan untuk malas-malasan dan alasan karena puasa. Tetap seperti biasa kita melaksanakan tugas dan kewajiban serta menjalankan kegiatan selayaknya hari-hari biasa,”. ucap Nanang. Lebih lanjut, Nanang mengungkapkan jika sebelum memasuki tahapan KPU akan mendapatkan tambahan SDM dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri dan pusat, hal ini seiring minimnya jumlah pegawai saat ini dimana jika mengacu pada Keputusan Sekjen Nomor 1153 tentang peta jabatan di lingkungan KPU, jumlah yang diatur bagi KPU Kabupaten/Kota adalah 25 orang.  “SDM kita ada yang keluar, promosi, bahkan bergeser ke tempat lain, atas hal ini semua bagi siapapun itu yang menempati posisi di KPU Kabupaten Kediri saat ini, saya harapkan untuk segera beradaptasi, serta menjalin kerjasama dan komunikasi,” tambahnya. Terakhir, Nanang mengingatkan dalam masalah pekerjaan. Hal yang harus dikerjakan adalah pekerjaan utama kita terlebih dahulu, setelah itu barulah bisa membantu lainnya dan meskipun pekerjaan kita selesai jangan merasa diam dan tidak mau membantu. “Kita adalah satu kesatuan, maka dari itu harus saling membantu dan saling melengkapi,” tutupnya. (Don)  

Peringati Hari Jadi Kabupaten Kediri Ke-1218, Yuk Berkenalan Dengan Busana Khas Daerah Kediri

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Memperingati hari jadi Kabupaten Kediri ke-1218, Kabupaten Kediri memperkenalkan busana daerah khas Kediri. Acara yang dilaksanakan di pendopo Jayati, Kabupaten Kediri pada Jum’at (25/03/2022) tersebut dihadiri oleh jajaran forkopimda Kabupaten Kediri beserta instansi terkait. Dalam peringatan hari jadi di Tahun 2022 ini, bertemakan “Kadiri Raya Mukti, Hayo Gumregah Nyawiji” yang memiliki arti dalam bahasa Indonesia yakni Kediri Raya Sejahtera, Ayo Bangkit Bersama. Dalam kesempatan tersebut Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana yakin bahwa semakin membaiknya kondisi di Kediri pada tahun 2022 ini untuk bangkit dan membangun secara bersama-sama, tidak hanya di Kabupaten Kediri saja namun pada wilayah Kediri Raya. “Hari jadi Kediri yang diperingati pada tiap tahunnya mengacu pada sumber data arkeologi berupa Prasasti Harinjing di Kebun Kopi Sukabumi, Siman pada tahun 1916 dan diamankan oleh administratur kebun yang bernama W.Pet. Prasasti Harinjing pertama kali diterbitkan pada hari Senin, tanggal 11 (ekadasi) Bulan Caitra (bulan antara Maret - April) Suklapaksa (paro terang/tanggal 1-15 purnama) Tahun 726 Saka atau bertepatan dengan tanggal 25 Maret 804 Masehi. Maka ini jadi cikal bakal peringatan hari jadi Kabupaten kediri sampai sekarang,” kata Bupati Kediri yang akrab disapa Mas Dhito pada sambutan di Pendopo. Dalam peringatan hari jadi ke-1218 kali ini, diperkenalkan juga pakaian daerah khas kediri, dimana yang pakaian khas pria dinamakan Wdihan Kadiri sedangkan untuk pakaian khas wanita dinamakan Ken Kadiri. Ciri yang membedakan pakaian khas Kediri ini dengan daerah lain adalah terdapat sabuk gringsing panjalu di bagian pria sedangkan untuk wanita menggunakan sampur atau selendang. Gringsing diambil dari cerita Panji dan Candra Kirana, dimana ketika Candra Kirana sedang hamil dan hendak melahirkan, berniat menyerahkan baju polos. Namun dirasa kurang pantas untuk diserahkan, akhirnya baju tersebut diberi motif yang kemudian dinamakan motif gringsing. Selain itu, terdapat motif lidah api yang menjadi representasi ibu kota Kediri yakni Dahanapura. Lidah api tersebut terdapat ikonografi patung dan candi yang terdapat di kediri. “Alhamdulillah pakaian daerah ini sudah memiliki hak kekayaan intelektualnya (HAKI),” tegas Mas Dhito. Acara ditutup dengan pemotongan dan serah terima tumpeng dari Bupati Hanindhito Himawan Prama kepada ketua DPRD Kabupaten Kediri, Dodi Purwanto (Bint).